Wednesday, November 21, 2012

Meningkatkan Keyakinan di Bulan Ramadhan


Meningkatkan Keyakinan di Bulan Ramadhan

H.M. Iman Sastra Mihajat, Lc, PDIBF, MSc Fin, Ph.D
Shariah Compliance Group PT Takaful Indonesia dan Sekretaris IAEI (Indonesian Association for Islamic Economist)



Keyakinan merupakan sesuatu yang paling menentukan prilaku dan tindak tanduk seseorang didalam menjalani kehidupan. Keyakinan adalah dasar dari segala hal yang menciptakan seseorang menjadi baik atau buruk, sukses atau gagal, menjadi orang hebat ataukah menjadi orang biasa-biasa saja. Semuanya didasari dari keyakinan seseorang terhadap sesuatu. Keyakinan inilah yang menstruktur kepribadian seseorang sehingga didalam Islam Yakin kepada Allah swt sebagai Tuhan Satu-satunya di dunia ini dan Muhammad adalah utusan Allah swt di letakkan diawal sebelum seseorang ingin memeluk Islam. Karna ini adalah fondasi bagi seseorang untuk melakukan hal selanjutnya. Jika hal ini tidak diyakini dengan baik, maka rukun islam selanjutnya tidak akan dilaksanakan dengan sebaik mungkin dikarnakan belum percaya seutuhnya akan kalimat syahadat yang diucapkan.

Dibulan ramadhan ini, bulan yang suci penuh rahmat, sepatutnya kita sebagai seorang mukmin mengasah keimanan dan keyakinan kita kepada Allah swt sehingga ramadhan yang kita lalui bisa sesuai dengan yang kita harapkan. Yakin bahwasanya Allah swt selalu melihat kita dimanapun kita berada, akan menyebabkan kita akan menjaga puasa kita dengan baik dan benar. Meskipun tidak ada orang yang melihat, kita akan menjaga puasa kita sesuai dengan yang dituntunkan kepada kita. Tidak hanya menahan haus dan lapar saja dari terbitnya matahari sampai tenggelamnya matahari, akan tetapi melakukan hal-hal yang disunnahkan seperti memperbanyak shalat sunnah, memperbanyak infaq, dan memperbanyak mempermudah urusan orang lain.

Jikalau kita dikantor, bekerja dalam lingkup melayani masyarakat, maka perbaikilah pelayanan kita sehingga orang yang kita layani merasakan kenyamanan dan kesenangan, sehingga urusannya lebih mudah karna dengan bantuan kita, maka urusan kita akan dimudahkan oleh allah di dunia ini dan di akhirat nanti. Mungkin jika di bulan bulan biasa mempermudah urusan umat islam lainnya kita mendapatkan satu kemudahan, akan tetapi di bulan ramadhan ini kita bisa diberikan banyak lagi kemudahan oleh allah swt dengan berlipat-lipat kemudahan tanpa kita sadari. Baik dari dimudahkan rizki kita ataupun dimudahkan langkah kita dalam melaksanakan kewajiban dan tugas sehari-hari, dimudahkan urusan keluarga kita, dijadikan keluarga kita sebagai keluarga yang diridhai allah dengan dikaruniai istri/suami yang soleh dan solehah, anak-anak yang sukses dibidang mereka, soleh dan solehah dan menjadi anugrah kita ketika kita sudah tiada karna kesolehan anak-anak kita, kita mendapat kiriman pahala sehingga allah menempatkan posisi kita di tempat yang terbaik di syurga yang telah dipilihnya untuk orang-orang pilihan seperti kita.

Konsep Keyakinan didalam Islam
Islam memerintahakn kepada umatnya untuk yakin akan pertolongan allah dikala kita membutuhkan pertolongan dengan usaha dan doa kita. Karna allah akan membantu dan menolong hamba-hambanya yang membutuhkan pertolongan dan meminta kepada-Nya. Di dalam alquran sendiri disebutkan bahwasanya setiap hamba yang meminta kepada allah swt, maka allah akan mengabulkannya asalkan kita memintanya dengan baik, tidak melanggar apa yang allah telah haramkan dan melaksakan seluruh apa yang Dia perintah. Hal ini tercantum didalam  Surat Ghafir /60 : 40 :
“ Mintalah kepadaKu niscaya Aku akan mengabulkan permintaanmu “
didalam surat ini tercantum pesan bahwasanya allah swt meminta kita untuk yakin kepadanya jikalau disetiap doa yang tulus itu akan dikabulkan olehnya jikalau kita betul tulus dan yakin jikalau allah swt selalu bersama kita.

Konsep keyakinan ini juga ditekankan oleh allah disebuah hadits qudsi: عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : "يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى: أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي، فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ، ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي، وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَإٍ، ذَكَرْتُهُ فِي مَلَإٍ خَيْرٌ مِنْهُمْ، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ بِشِبْرٍ، تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا، تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا(1) وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِي، أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً"
(رواه البخاري (وكذلك مسلم والترمذي وابن ماجه
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., beliau berkata, telah bersabda Rasulullah, “Telah berfirman Allah Subhanahu wa ta'ala, 'Aku adalah sebagaimana prasangka hambaku kepadaku, dan Aku bersamanya ketika dia mengingatku, dan jika hambaku mengingatku dalam sendirian, maka Aku mengingatnya dalam diri-Ku sendiri, dan jika dia mengingatku di dalam sebuah kelompok/jama'ah, (maka) Aku mengingatnya dalam kelompok yang lebih baik dari kelompok tersebut, dan jika dia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta, dan jika dia mendekat kepadaku sehasta, Aku mendekat kepadanya satu depa, dan jika dia mendatangiku dengan berjalan, Aku mendatanginya dengan berjalan cepat' ”
Hadits diriwayatkan oleh Imam Bukhari, begitu juga oleh Imam Muslim, Imam Tirmidzi dan Imam Ibnu Majah.
Dari hadis qudsi diatas sangat jelas betapa Allah swt memberikan sebuah konsep sangat baik sekali yang ingin disampaikan kepada hambanya, yaitu sebuah konsep keyakinan yang harus ditanamkan didiri pribadi muslim. Bahwasanya apa yang terjadi dikita adalah design yang kita struktur sendiri. Ketika kita berprasangka baik kepada Alllah swt, maka Ia akan memberikan yang terbaik juga untuk kita sesuai dengan prasangka kita kepadanya. Akan tetapi sebaliknya jika kita berprasangkan jelek kepadaNya, maka bisa jadi hal yang jelek akan menimpa kita.

Jika hal jelek terjadi kepada kita, sebagai seorang muslim kita tidak boleh menyalahkan Allah atas apa yang kita hadapi, karna itulah yang kita harapkan. Jika kita melihat ilmu prilaku, manusia itu akan bertindak sesuai dengan apa yang ia prasangkakan, dan hal ini akan tertanam didalam diri dan jiwanya, ketika diri dan jiwanya sudah terdesign sesuatu hal, maka tindak tanduknya juga akan mencerminkan apa yang distruktur oleh jiwa seseorang.

Sebagai contoh, ketika seseorang ayah yang bekerja sebagai seorang petani menanamkan kepada diri anaknya sebuah doktrin “Sudahlah nak, tidak usah kuliah tinggi-tinggi, paling nanti kamu jadi petani kaya bapak juga, sekolah itu tidak penting”. Mungkin kita sering mendengar kalimat ini di orang-orang sekitar kita dimana orang tua mereka hidup dalam kesederhanaan dan tidak mampu bangkit didalam persaingan kehidupan dizaman sekarang ini. Ditengah keterpurukannya yang tidak mampu bangkit dan mengatasi kerasnya hidup, seorang ayah bisa saja menanamkan keyakinan yang sepatutnya hal ini tidak baik untuk perkembangan jiwa anak dimasa mendatang. Jikalau anak menerima mentah-mentah apa yang disampaikan ayahnya, hal ini akan terdesign dan terstruktur didalam jiwanya bahwa sekolah itu itdak penting, bahwa ilmu itu tidak wajib untuk dikuasai, karna meskipun dia sekolah dan menguasai ilmu, ia akan tetap menajadi seperti yang dikatakan oleh orang tuanya. Dimasa mendatang, maka anak ini akan menjadi apa yang ditanamkan oleh orang tuanya yaitu menjadi Petani.  Karna dia tidak akan melihat sesuatu yang lebih baik dari itu semua, dia tidak melihat bahwasanya ilmu bisa merubah dunia ini, dia tidak akan bisa melihat bahwa dengan sekolah dia akan bisa merubah nasib keluarganya. Dengan ilmu yang canggih dia bisa merubah dunia sekalipun.

Maka dari itu, sebagai seorang muslim kita diperintahkan untuk berprasangka baik kepada Allah. Allah menyuruh kita untuk mendesign dan mendokrin kepada kita sesuatu yang baik dan berimplikasi sangat besar kedepan. Apa itu? Perlakukanlah diri anda sebaik mungkin, jadikan diri kita sebagai seseorang yang layak untuk sukses dibidangnya, design dan struktur dengan baik di jiwa kita bahwa kita adalah manusia pilihan, yang mampu merubah lingkungan di sekitar kita dan mampu merubah dunia sekalipun.

Dilingkungan kita bekerja misalnya, banyak sekali orang yang ketika ditanya apakah kita mau menjadi orang yang biasa-biasa saja dengan bayaran yang biasa-biasa saja. Pasti semua orang akan menjawab saya tidak mau, saya ingin dibayar lebih. Akan tetapi tindakan kita didalam dunia kerja tidak pernah menunjukkan bahwa kita ini layak diankat menjadi orang yang luar biasa dengan bayaran yang luar biasa. Ketika kita ingin dianggap luar biasa, maka design dan strukturlah pemikiran kita bahwa kita harus yakin dengan pertolongan allah swt kita mampu melaksanakannya dengan bekerja keras dan ikhtiar. Maka jika hal ini kita lakukan dengan baik, maka kita akan menjadi golongan yang luar biasa, memiliki bayaran yang luar biasa, menjadi orang yang berpengaruh dilingkungan kita bahkan dunia.

Konsep Keyakinan Islam yang di Adopsi oleh Barat
Sebenarnya konsep yang dinyatakan didalam hadis tersebut diatas telah banyak diadopsi oleh para ilmuwan barat menjadi sebuah buku yang best seller. Bahkan seorang motivator pun mampu menghipnotis orang karna metode yang ia sampaikan yang padahal hal ini sudah terdapat didalam ajaran islam yang mereka kembangkan sedemikian rupa.

Konsep yang dituliskan oleh David Stoop misalnya dalam bukunya “You Are What You Think”, atau yang dituliskan oleh Doug Hooper dengan judul yang sama. Memberikan pesan yang sangat dalam bahwasanya kita itu bisa menjadi seseorang yang kita inginkan berdasarkan apa yang terstruktur didalam fikiran kita. Seseorang bisa menjadi seorang yang sangat hebat ketika ia berkeyakinan bahwa ia mampu merubah dunia. Seseorang bisa menjadi dokter yang handal ketika ia berkeyakinan bisa menjadi dokter yang hebat. Seseorang juga bisa menjadi CEO yang hebat ketika ia berkeyakinan mampu memimpin perusahaan yang ia kelola menjadi perusahaan multinasional yang merajai di bidangnya. Seseorang juga bisa menjadi pemimpin yang berpengaruh ketika ia yakin dan mampu mempengaruhi orang-orang di sekitarnya dan mampu membawa Negara ataupun daerah yang dia pimpin menjadi Negara atau daerah yang berpengaruh di dunia. Inilah menjadi latar belakang mengapa konsep ini bisa mempengaruhi kinerja dan tingkah laku seseorang baik membawa ia menjadi seseorang yang sukses ataupun tidak.

Apa yang dituliskan oleh David Stopp dan Doug Hooper misalnya secara tidak langsung mereka mempercayai apa yang difirmankan Allah swt dalam hadis qudsi, dimana sesuatu hal itu akan bergantung atas apa yang kita fikirkan saat ini. Ketika hari ini kita terfikir ingin menjadi A, maka tingkah laku kita akan merujuk bagaimana supaya kita bisa menjadi A. jika kita ingin  menjadi B, maka apa yang kita lakukan sepenuhnya akan mengikut bagaimana kita supaya bisa menjadi B.

Konsep Keyakinan yang Merubah Dunia
Sering kita melihat kisah-kisah yang ditayangkan didalam sebuah film-film dimana seseorang bisa berubah menjadi seseorang yang sangat hebat karna dipacu oleh apa yang ia fikirkan dan ia cita-citakan. Salah film itu misalnya yang diperankan oleh Adam Smith dalam film yang berjudul “The Pursuit of Happines”, seseorang yang miskin dan gelandangan yang bekerja keras dan sersusah payah ingin menjadi seorang broker yang terkenal dan akhirnya kesampaian menjadi millionare, film “Slumdog Millionaire”, seseorang dengan latar belakang bertempat tinggal ditempat yang kumuh tanpa pendidikan, mampu merubah dirinya menjadi millionaire karna suka membacanya.

Kita juga kenal Wurrent Buffet, George Soros, salah seorang investor terbaik dunia yang mampu menguasai dunia karna keyakinannya. Kita kenal juga dengan Mark Zuckerberg juga mampu merubah dunia dengan Facebooknya. Kita juga kenal dengan Steve Jobs dengan Apple nya mampu merubah konsep kumonikasi dengan mudah, kita juga kenal dengan Bil Gates dan Paul Allen, dengan Microsoftnya mereka juga mampu merubah dunia. Semuanya itu berasal dari keyakinan mereka, dan banyak lagi seperti penemu Toyota dan Honda dengan konsep kendaraan yang minimalis, murah dan irit bahan bakar juga mampur merubah konsep otomotif di dunia

Di Indonesia juga banyak film yang sama dimana mengubah seseorang menjadi orang yang sukses meskipun dengan latar belakang keluarga yang kurang berada, salah satunya adalah film yang sangat fenomenal, “Laskar Pelangi”, beberapa anak nelayan disana yang bermimpi ingin sukses dan mampu menembus dunia yang akhirnya mereka mampu menaklukkannya untuk ke Perancis. Salah satu buku yang fenomenal juga yang dijadikan film yaitu “Negri Lima Menara”, dimana kisah anak orang biasa yang mampu menembus 5 menara di dunia yang diawali dengan mimpi. Mimpi adalah sebuah keyakinan yang ditanamkan oleh seseorang sehingga mampu merubah nasib mereka yang biasa saja menjadi luar biasa.

Bahkan seseorang anak kecil yang berasal dari keluarga sederhana sekali yang didalam kesehariannya hanya dikelilingi oleh singkong mampu merubah Indonesia dan mampu menjadi salah satu orang berpengaruh di Indonesia. Bahkan hal ini telah dituliskan didalam sebuah Buku yaitu dengan judul “Anak Singkong”. Siapa lagi kalau bukan Khairul Tanjung pemlikik Trans TV, Trans 7, Bank Mega dan berbagai macam perusahaan besar lainnya. Semua ini mereka bangun berdasarkan keyakinannya terhadap apa yang ia cita-citakan. Dan ia tanamkan didalam diri mereka bahwa mereka bisa dan mampu melakukannya.

Maka jika kita ambil dari konsep diatas, keyakinan itu bisa juga diterjemahkan sebagai cita-cita, sebagai mimpi seseorang, ketika seseorang sudah meiliki cita-cita, apa tingkah laku kesehariannya akan mencerminkan apa yang ia cita-citakan. Keyakinan ini juga bisa kita terjemahkan sebagai mimpi, seseorang yang bermimpi untuk terbang tinggi, maka ia akan membuat sebuah alat yang bisa membawa ia terbang tinggi.

Mungkin dulu waktu kecil kita pernah bercita-cita untuk naik pesawat terbang, jika kita berusaha, maka mungkin naik pesawat terbang itu adalah hal yang biasa bagi kita sekarang jika kita termasuk orang yang diundang diberbagai Negara di dunia ini. Semuanya berawal dari keyakinan, mimpi dan cita-cita seseorang.

Maka dari itu, sebagai seorang muslim dengan ajaran Islam yang sangat sempurna, seharusnya kita juga bisa lebih dari mereka. Terutama di bulan ramadhan ini, bulan yang penuh rahmat dimana pahala dilipatgandakan, kita mampu mengasah keyakinan kita lagi kepada allah swt supaya apa yang kita cita-citakan mampu kita gapai. Jika kemarin kita berburuh sangka kepada allah, maka rubahlah buruk sangka itu menjadi planning planning yang baik yang kita tuliskan, setelah itu kita berdoa kepada allah supaya segala sesuatu yang kita cita-citakan dapat tercapai dengan baik, meskipun disana terdapat rintangan, maka kita akan tetap maju tanpa memperdulikan kata orang. Selama apa yang kita lakukan benar menurut allah, ucapkanlah Bismillah, bahwa saya lakukan ini karna Allah swt dan tulus ihlas untuk kemajuan umat kedepan. Jika kita lakukan semuanya itu dengan ketulusan dan keyakinan penuh, maka apa yang kita cita-citakan dapat tercapai. Aamiin… Wallahua’lamubisshawab


Penulis adalah Shariah Compliance Group PT Takaful Indonesia, pernah menjadi Faculty Member (Trainer) Keuangan Syariah di Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI). Beliau juga Aktif sebagai Sekretaris Ikatan Ahli Ekonomi Islam (DPP IAEI Pusat), selain itu, beliau juga Dosen Asurnasi Syariah, Perbankan Shariah dan Pasar Modal Shariah di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Al Azhar Indonesia, UIN Jkt, Pascasarjana Universitas Trisakti, Universitas Islam Az Zahrah, Konsultan Asuransi Shariah, Perbankan Shariah dan Pasar Modal Shariah Zakirah Group, Trainer Fikih Muamalah on Islamic Banking and Finance Di Iqtishad Consulting MES, R&D WakafPro99 Dompet Dhuafa Jawa Barat, Ph.D Islamic Banking and Finance (IIiBF) International Islamic University Malaysia. Selain itu, beliau juga sering diundang jadi pembicara baik itu dalam maupun luar negri.



Sumber: dimuat di www.detik.com edisi Ramadhan 2012

No comments:

Post a Comment

Popular Posts